NOVANMEDIA
Per 14-05-2014: Kolektor 708 Media (Koran dan Tabloid) se-Indonesia (belum termasuk Majalah)

Tabloid dan Majalah Marketing

Majalah Marketing merupakan salah satu media bersegmen ekonomi atau bisnis, khususnya pemasaran (marketing) dan penjualan (selling), di Indonesia.

Pada awalnya, majalah ini berformat tabloid. Ya, tabloid Marketing edisi perdana lahir dengan penulisan edisi No. 01/I/15-28 Februari 2001. Saat itu, tabloid dwimingguan pemasaran dan penjualan Marketing memiliki 24 halaman (8 halaman di antaranya berwarna) dan dengan harga Rp 3.500,- untuk Pulau Jawa dan Rp 3.750,- untuk luar Pulau Jawa.

Namun, sebelum itu, kehadiran tabloid Marketing sebenarnya didahului oleh edisi percobaan. Perhatikan “Dari redaksi” berikut ini: “…ALHAMDULILLAH, setelah persiapan sejak empat bulan lalu, tabloid yang khusus membahas seputar pemasaran dan penjualan ini hadir di hadapan Pembaca. Persiapannya —mulai dari perencanaan, rekrutmen sampai mencari kantor yang strategis— relatif cepat.

Di bagian redaksi, persiapan dimulai sejak awal Desember, seluruh awak redaksi terus melakukan uji coba mencari bentuk yang pas agar bisa memenuhi kebutuhan informasi pelaku pemasaran dan penjualan. Sebelum edisi perdana ini hadir, kami telah menyelesaikan tiga edisi percobaan. Walaupun masih uji coba, seluruh materi digarap secara serius…”.

Dalam perkembangannya, sejak tahun 2004, tabloid Marketing berubah format menjadi majalah Marketing.

About these ads

4 Tanggapan to “Tabloid dan Majalah Marketing”

  1. cara nya ngirim fhoto boleh bergaya bgaimana?

  2. saya lebih suka model tabloid ketimbang majalah yang harganya lebih mahal dan segmennya pun untuk kalangan atas….saya dulu suka dengan isi dan materi di tabloid marketing.waktu itu saya masih duduk di bangku SMA tahun 2003.dengan harga relatif murah dan isi nya sangat menginspirasi saya untuk terjun di dunia marketing.tapi sekarang dengan dengan kualitas kertas yang bagus, tapi isinya tidak menginspirasi saya sama sekali…dan harganya waw…kalao dipikir pikir harganya mendingan uangnya buat beli bakso sama pacar…ketimbang beli majalah markting..mahal brow..gak kuat beli…….

    • Ada kalanya perubahan format dari tabloid ke majalah bukan asal berubah. Kabarnya pemasang iklan lebih tertarik memasang iklannya di media berbentuk majalah. Secara sekilas, kita bisa melihat bagaimana tabloid-tabloid berubah format menjadi majalah-majalah. Iklan pun “tertampung” di majalah karena pengelola majalah tersebut “menampung” aspirasinya :)

  3. saya lebih suka beli tabloid marketing daripada beli majalah


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: