NOVANMEDIA
Per 14-05-2014: Kolektor 708 Media (Koran dan Tabloid) se-Indonesia (belum termasuk Majalah)

Tabloid Kartini Baru

Apakah anda pernah mengetahui tabloid Kartini Baru? Adakah hubungannya antara tabloid Kartini Baru dan majalah Kartini? Mari kita bercerita ke tahun 2000. Saat itu, tabloid Kartini Baru hadir dengan edisi perdananya tertanggal 29 Mei 2000.

Rubrik “Dari Redaksi” tabloid Kartini Baru edisi perdana, 29 Mei 2000, menulis: “…Manakala Tabloid KARTINI BARU sampai di hadapan pembaca, pasti pembaca bertanya-tanya, ada hubungan apakah antara KARTINI BARU dengan majalah KARTINI? Keduanya memang punya hubungan yang erat, karena keduanya saudara kandung. Keduanya mempunyai karakter, penampilan dan misi yang tidak jauh berbeda. Dan keduanya diasuh oleh tangan-tangan yang sama…”.

Berdasarkan pengamatan saya sebagai kolektor media, kehadiran tabloid Kartini Baru ini diperlukan untuk kepentingan majalah Kartini. Mengapa? Sebagaimana ditulis dalam rubrik dan tabloid serta edisi yang sama: “…Kami juga ingin mengingatkan kalau ada nama penerbitan lain lagi yang memakai nama KARTINI, itu merupakan perbuatan melawan hukum mendompleng nama besar KARTINI yang sudah memiliki sertifikat merek dari Dirjen Hak Atas Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan Perundang-undangan RI. Pemilik sertifikat merek KARTINI akan mengajukan tuntutan pidana seperti yang tengah dilakukannya pada salah satu majalah di Jakarta…”.

Perhatikan tulisan: “…salah satu MAJALAH di Jakarta…”. Ya, berdasarkan pengamatan saya sebagai kolektor media, sepengetahuan saya, nama majalah yang memakai nama “KARTINI” dan sempat beredar di pasaran ialah majalah SWARA KARTINI. Kehadiran majalah tersebut tentu merupakan hal yang wajar. Maklum, pascareformasi banyak media yang terbit.

Akhirnya, kalau tidak salah, pihak majalah Kartini memenangkan kasusnya. Karenanya, majalah Kartini menjadi satu-satunya majalah yang memakai nama “Kartini” di Indonesia. Oh ya, terlepas dari kasus itu, saya pun memiliki koleksi tabloid Mutiara Kartini. Harap maklum, saat itu, fokus saya kan pada media berformat koran dan/atau tabloid.

Tabloid Kartini Baru Edisi Perdana, 29 Mei 2000:

Penerbit: PT Sarana Sembilan Sembilan, Akta Perjanjian Lisensi: 06/21 Maret 2000, Pembina: Bram Tuapattinaya dan H. Munir, S.H., Pemimpin Umum: Eric Tuapattinaya, Pemimpin Redaksi: Endang Werdiningsih, Dewan Redaksi: Rini H. Hadipranoto, Asih, Sumardono, dan Irawati Nasution, Redaktur Pelaksana: Yuzarnamie Chandra, Edy Djunaedi, dan Melly Gunawan, Kontributor: Haru Hartoko, Nano Tresna Arfana, Nurul Rahmi, Siska, Widyawati, Wiendy Widasari, Erlan Sukmaraja, Putri Dewi M.R., Wahyu Hidayah Kharie, Afrida, Nizar, Herman Laksono, dan Kosim Sanusi, Redaksi Mode dan Kecantikan: Nizar, Redaksi Masakan: Ayu Kharie, Redaksi Artistik: Faizal Hamzah, Ayi Senova, dan Suhartini, Staff Khusus: Yudi Suharsono, S.Psi., Dr. Gerard Paat, dr. Handrawan Nadesul, Ali Basiran, S.H., Drs. Imam Suroro, dan Mas Dian MRE, Koresponden: Ingot Simangunsong (Sumatera Utara), Mardia Astuti (Jawa Tengah), Putut Subakti (Jawa Timur), dan Ruslan Nedi (Nusa Tenggara), Sekretaris Redaksi: Nining Purwaningsih R., Sirkulasi: Djufrie Bujang dan Dartono, Iklan dan Promosi: Anita, Nia Sunarto, dan Djamin Simamora, Alamat Redaksi dan Tata Usaha: (Sementara) Jalan Garuda Nomor 82 N Jakarta Pusat.

About these ads

4 Tanggapan to “Tabloid Kartini Baru”

  1. blh kirm cerpen g,dan kirm ny ke alamat mana. dan honorny brapa,trms

  2. cara kirim naskah gimana.. trimakasih

    • Ini sih pertanyaan umum. Mudah-mudahan Mbak Anita tidak salah bertanya kepada blog ini :)

      Ada dua cara mengirim ke media. Pertama, melalui surat pos. Kedua, melalui email. Meskipun melalui email dikatakan mudah dan menjadi “trend” di era teknologi informasi/komunikasi saat ini, ada kalanya mengirim naskah melalui surat pos lebih nyaman. Mengapa? Karena redakturnya bisa jadi lebih nyaman membaca kertas daripada file. Jadi, semua tergantung pada medianya (baca juga: orangnya).

      Ada cara lain: langsung mengunjungi orangnya. Namun, tentu harus kenal lebih dahulu, kecuali kita “nekad”. Untuk yang satu ini, saya pernah melakukannya. Hasilnya, sama saja. Ada yang dimuat dan ada juga yang tidak dimuat.

      Lebih dari itu, tulisan yang kita kirim harus sesuai dengan visi-misi suatu media yang bersangkutan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: