Koran Berita Kota Super Ball

“Aya koran baru”. Demikian ucapan salah seorang penjual koran langganan saya setelah saya “mengobrak abrik” media-media di lapak koran, Senin, 29 April 2013. “Naon namina, Kang?” tanya saya. Tanpa menjawab, si Akang penjual koran itu langsung menunjukkan korannya. Ia pun menyadari bahwa medianya bukan media edisi perdana sebagaimana yang biasa saya koleksi. Ya, si Akang penjual koran itu memang sudah tahu bahwa saya senang mengoleksi media.

Tampak nama koran itu: “Berita Kota Super Ball”. “Siga Tribun Jabar”, ujarnya. Ya, kata-kata “Super Ball” memang biasa ditampilkan dalam koran-koran Tribun terbitan Kompas Gramedia Group. Akhirnya, setelah mempertimbangkan, saya pun membeli koran Berita Kota Super Ball.

Mengapa saya mempertimbangkan? Karena saya masih “merenungkan” antara isi koran Berita Kota dan isi koran Tribun Jabar. Saya tahu bahwa koran Berita Kota merupakan salah satu koran harian umum dari Jakarta yang beredar di Bandung, selain Pos Kota, Warta Kota, dan Koran Jakarta. Saya pun tahu bahwa Berita Kota sudah menjadi bagian dari Kompas Gramedia Group. Hal itu bisa kita lihat dalam Berita Kota dan Warta Kota yang ditulis “Managed by Tribun”.

Sesampainya di rumah, saya justru baru sadar kembali ketika membaca iklan di koran Warta Kota edisi Sabtu, 27 April 2013. Dalam iklan itu tertulis: “Super Suporter, Super Lifestyle, Tunggu 2 Hari Lagi!”. “Wah, mungkin Berita Kota, selain berita umum, akan didominasi oleh berita-berita olahraga,” pikir saya saat itu.

Sejatinya, ulasan tentang kehadiran Berita Kota Super Ball ini akan diangkat pada Senin, 29 April 2013, kemarin. Namun, karena saya ingin melihat “dugaan” perkembangannya, saya pun mengangkatnya hari ini, Selasa, 30 April 2013. “Dugaan-dugaan” apa? Mari kita perhatikan.

Koran Berita Kota Super Ball edisi Senin, 29 April 2013 merupakan media beredisi No. 159 Tahun ke-14. Dalam rubrik “SuperNews” yang berjudul “It’s Bola Lifestyle” pun ditulis: “…Mulai hari ini, Senin, 29 April 2013, Berita Kota berubah tampilan dan isi. Namanya pun berubah, Berita Kota Super Ball…”. Kebetulan ketika di Jakarta, saya membeli koran Berita Kota edisi Kamis, 4 April 2013 yang merupakan media beredisi No. 133 Tahun ke-14. [Setiap mengunjungi suatu daerah (kabupaten/kota), saya selalu membeli media untuk kenang-kenangan perjalanan saya.]

Jika diperhatikan kedua edisi tersebut, ada yang janggal, bukan? Jika dihitung, Berita Kota edisi Senin, 29 April 2013 merupakan edisi No. 158, bukan No. 159. [Mohon dikoreksi kalau saya salah.] Terlepas dari itu, “dugaan” yang lain, yaitu Berita Kota Super Ball edisi Selasa, 30 April 2013, hari ini, beredisi No. 002 Tahun ke-1. OK-lah, bagi sebagian orang, hal ini merupakan persoalan yang biasa-biasa saja. Namun, paling tidak, itulah penglihatan saya.

Dugaan-dugaan yang lainnya, yaitu rubrik “SuperJak”. Sementara Berita Kota diedarkan juga di luar Jakarta, dalam hal ini, Bandung (Jawa Barat). Mengapa bukan “SuperBobotoh”. [Saya menulis “SuperBobotoh” sebagai contoh saja karena di Bandung terdapat beberapa nama kelompok suporter.] Ini bukan berbicara tentang perseteruan antara kedua kelompok suporter melainkan berbicara tentang pangsa pasar yang dituju, yaitu masyarakat Bandung (Jawa Barat). Namun demikian, kita pun harus memaklumi karena Berita Kota Super Ball ini merupakan medianya Jakarta yang juga diedarkan di Bandung.

Oh ya, bagi saya, kehadiran Berita Kota Super Ball ini cukup bagus. Saya melihat, penerbit-penerbit luar Bandung ini justru berani berinovasi. [Sebagai strategi mengatasi kejenuhan-persaingan, saya masih ingin melihat siapa yang berani menerbitkan koran harian sore atau majalah harian he he he.] Coba saja pikir, siapa sangka Berita Kota (atau koran-koran harian umum) menjadi koran olahraga (sepak bola). Selain itu, sudah lama saya merasa salut dengan media-media harian dari Kompas Gramedia, yaitu dengan harga yang relatif murah, tetapi menjadi perhatian masyarakat menengah ke atas. Jarang-jarang dan itu tidak mudah.

Namun demikian, saya masih melihat “kekurangan” Berita Kota Super Ball (tentu jika diedarkan di Bandung meskipun saya memaklumi bahwa media ini merupakan media dari Jakarta), yaitu tulisan Berita Kota yang menempel pada Super Ball masih terlalu besar. Hal itu akan mengesankan pada pembaca baru bahwa Super Ball merupakan suplemen Tribun Jabar. Ini juga perlu, tulisan Super Ball yang berwarna biru masih mengesankan suplemen dari Tribun Jabar.

Terlepas dari itu, karena masyarakat pembelinya adalah masyarakat Bandung (Jawa Barat), mungkin “SuperJak”-nya diganti oleh “SuperBobotoh” atau kelompok-kelompok suporter lainnya di daerah-daerah se-Indonesia. Namun, sekali lagi, kita harus memaklumi bahwa Berita Kota Super Ball merupakan medianya Jakarta.

Sayang, sebagai kolektor media, saya tidak sempat mengoleksi Tribun Jateng yang katanya diterbitkan bersamaan dengan Berita Kota Super Ball.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: