Balai Arsip Pers Tjetje Senaputra

Apakah anda mengenal “Balai Arsip Pers Tjetje Senaputra”? Kalau “PT Balai Iklan”, bagaimana?

Pada umumnya kita lebih mengenal “PT Balai Iklan” daripada “Balai Arsip Pers Tjetje Senaputra”. Ya, di “PT Balai Iklan” milik Bapak Tjetje Senaputra (almarhum) inilah tersedia arsip koran Pikiran Rakyat (dan koran Kompas), selain “tukang iklan” itu sendiri yang menjadi pekerjaan utamanya.

Sepengetahuan saya, koleksi arsip koran Pikiran Rakyat yang tersedia di “PT Balai Iklan” sedikit lebih banyak daripada koleksi di penerbit “PT Pikiran Rakyat Bandung”-nya sendiri. Di “PT Balai Iklan” —sering kali dirangkaikan sebagai “Balai Iklan Pikiran Rakyat” (padahal sebenarnya merupakan dua badan yang berbeda)— arsip koran Pikiran Rakyat tersedia sejak edisi tahun 1973, sedangkan di kantor redaksinya sendiri hanya tersedia sejak edisi tahun 1975.

Saya mengetahui jumlah koleksi arsip koran Pikiran Rakyat itu karena pernah mengunjungi kedua tempat tersebut. Apalagi di “PT Balai Iklan” yang bersifat terbuka bagi setiap pengunjung, saya sering kali mengunjunginya. Sebagai catatan, arsip koran Pikiran Rakyat hanya tersedia di “PT Balai Iklan” Jalan Kopo No. 304 Bandung. Sementara di alamat yang lain tidak ada. Kalau mau disebutkan, mungkin sayalah pemegang rekor sebagai pengunjung terbanyak, baik kuantitas maupun kualitas, yang meng-obrak-abrik arsip koran Pikiran Rakyat. Maklum karena tugas pembuatan buku (“sejarah”)-lah yang “memaksanya”.

Seingat saya, saya mulai mengunjungi “Balai Arsip Pers Tjetje Senaputra” sejak tanggal 22 Desember 2001. Koran Pikiran Rakyat yang di-bolak-balik pun sejak edisi tahun 1973. Inilah salah satu komentar dalam “Pengantar” buku saya: “…Berkaitan dengan data, saya mencoba menelusurinya secara berkesinambungan dengan maksud agar tidak terjadi keterputusan antarcerita. Surat kabar harian umum ‘Pikiran Rakyat’ misalnya, saya telusuri dari tahun 1973 s.d. 1995 karena dokumen (arsip)-nya tersedia sejak 1973. Dalam satu tahun, sekitar 250-an edisi yang ditelusuri. Alasannya, 365-366 hari dalam setahun itu, dipotong hari libur nasional (berwarna merah) dan sabtu-minggu yang pada masa-masa itu tidak terbit, termasuk beberapa hari menjelang bulan Ramadhan yang ternyata tidak terbit dan juga ada arsip yang hilang. Jadilah, sekitar 250-an edisi dalam setahun…”.

Menurut penuturan Kang Deni Mutakin (salah seorang karyawan yang sering kali melayani saya dalam penyerahan arsip koran), orang-orang yang ingin melihat arsip koran di “PT Balai Iklan” biasanya para mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Ada juga penulis.

Oh ya, kalau anda (mencoba) menanyakan kepada pemilik dan/atau karyawan “PT Balai Iklan” tentang edisi Pikiran Rakyat kapan “PT Balai Iklan” di-profil-kan, mungkin mereka sudah lupa atau malah tidak tahu. Dan…, saya justru telah mengetahuinya. Ya, berdasarkan pengalaman saya dalam menelusuri itulah yang membuat saya tahu.

Berwisata ke “Balai Arsip Pers Tjetje Senaputra” sungguh mengasyikkan, bukan?

8 Comments »

  1. 1
    azzam Says:

    salam. Kang, punya arsip PR selama tahun 1998? Hatur nuhun

    • 2
      novanmedia Says:

      Di rumah saya, saya tak memiliki arsipnya. Ada beberapa, tetapi hanya menyimpan suplemennya. Berita politik-hukum. Banyak yang digunting. Ada beberapa yang discan (foto), tetapi hanya sepak bola🙂 [Kunjungi saja balai arsip pers-nya. Di sana lengkap.]

  2. 3
    azzam Says:

    kunjungan ke balai arsip, perlu perizinan? kita bisa ambil data berupa kopian ga di sana? nuhun🙂

    • 4
      novanmedia Says:

      Tidak perlu. Cukup datang saja. Setelah koran diberikan, dibuka-buka, tinggal pilih arsip mana yang mau difotokopi. Itu pun kalau fotokopi di sana bagus, artinya tidak sedang rusak. Meskipun bernama “balai arsip”, ini merupakan “balai iklan” atau “perusahaan iklan”. Saya kira, pemeliharaan koran ini merupakan program idealisme pemiliknya. Jangan heran pula jika yang datang ke sana hanya anda saja. Paling banyak yang saya alami 2-3 orang. Seringnya sendiri. Sampai-sampai saya agak dikenal sebagai pengunjungnya🙂

  3. 5
    pams Says:

    Kang, kalau saya mau cari arsip Koran Mandala Bandung yang pernah terbit dulu, bisa ke mana ya?
    Mohon Bantuannya

  4. 7
    Nonon Mulyanto Says:

    Kang, saya mahasiswa sejarah unpad sedang menyusun skripsi mengenai fasilitas hotel yang ada di kota bandung tentunya sejak zaman kemerdekaan sampai sekarang. saya menduga datanya ada di iklan-iklan d surat kabar seperti PR. kira2 adakah surat kabar yg hanya menyimpan arsip bagian iklannya saja? nuhun kang

    • 8
      novanmedia Says:

      Sepertinya bersifat umum (satu eksemplar). Jadi, tidak dibagi-bagi bahwa ini “dokumentasi iklan”. Berdasarkan pengamatan saya yang sekilas, yang datang ke sana juga belum tentu mencari tulisan, tetapi juga mengamati iklan lama. Hanya tersedia PR dan Kompas sejak edisi tahun 1970-an.


RSS Feed for this entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: