Madjallah Abidin-Side

madjallah-abidin-sideSebagai kolektor media yang lebih mengarah pada bentuk (format) koran dan tabloid, jarang-jarang saya membahas majalah. Terakhir saya sebagai pengelola blog NovanMedia membahas majalah Forum Wartawan Independen.

Namun, NovanMedia mengangkat Madjallah Abidin-Side bukan tanpa alasan. Inilah gambaran keberanian suatu pihak yang menerbitkan media. [Silakan perhatikan box susunan redaksinya.]

Dalam dua penerbitan awalnya, Madjallah Abidin-Side yang dijual sebesar Rp 10.000,- per eksemplar itu berupaya menyajikan kisah-kisah Persidja masa lalu. Tentu saja bernuansakan sejarah.

Madjallah Abidin-Side edisi No. 1, November 2013 misalnya, selain menampilkan rubrik “Salam Redaksi”, juga menyajikan “Abidin: Urang Minang yang Jadi Jago Bola di Betawi”, “Di Balik Tragedi Passer Baroe: Kisah Lahirnya Perkumpulan VIJ”, dan “Sikap VIJ terhadap VBO”.

Sementara itu, Madjallah Abidin-Side edisi No. 2, Januari 2014, selain memuat rubrik “Salam Redaksi”, juga membahas “Bersatu untuk Kuat!”, “Tan Chin Hoat: Pesepak Bola Tionghoa Termasyhur Tempo Doeloe”, dan “Tips dari Dokter Gigi untuk Pesepak Bola Muda”.

Diperhatikan secara sekilas, tampilan Madjallah Abidin-Side ini terkesan lebih menampilkan masa lalu meskipun media tersebut diterbitkan pada masa kini. Jangan heran pula jika nama media ini, yaitu Madjallah Abidin-Side. Mestinya kan saya menulis majalah Madjallah Abidin-Side. Ya, ada dua tulisan yang “sama”, yaitu majalah dan Madjallah.

Berdasarkan pengamatan saya yang juga secara sekilas, Madjallah Abidin-Side ini tampak direncanakan dengan konsep yang matang, dalam arti sudah memikirkannya. Sebutlah dua cover majalah yang sama (paling tidak sampai kedua edisi ini). Nama merek dan ukuran logo “Madjallah Abidin-Side” yang sama. Soalnya, tidak jarang, suatu media baru yang menerbitkan edisi perdana dan edisi kedua dan seterusnya kadang bisa berbeda. Begitu pun tata letak nama-nama judul dan gambar cover yang sama, seperti nama-nama judul di sebelah kiri dan gambar cover di sebelah kanan. [Sebagaimana yang telah saya tulis, perubahan itu bukan sesuatu yang tabu. Namun, jika perubahan itu dilakukan dalam waktu yang berdekatan (cepat) terkesan pengelolanya tidak merencanakan konsepnya secara matang.]

Beralih ke halaman dalam, tampilan desain grafis/layout pun tampak relatif sama. Begitu juga dengan huruf-huruf yang rapi (baca: jarang atau bahkan bisa dikatakan tidak ada huruf yang salah, lebih, atau kurang). Kalaupun sedikit cela, mungkin ada kata yang ganda, seperti agar supaya yang mestinya agar atau supaya saja. Kecuali itu, mungkin ada satu-dua foto yang ditampilkan secara paksa sehingga tampak pecah.

Terlepas dari itu, kita sebagai pencinta media massa tentu harus mengapresiasi keberadaan media Madjallah Abidin-Side ini. Bagaimana pun, seberapa bagusnya setiap orang memiliki ide, tetapi belum tentu mau dan mampu mengeksekusi ide tersebut.

Susunan Redaksi:

Beschermheer: Rood-Wit

Yang Ngeramein: Abdillah A., Moch. Zulfikri, Ilham Reza Pahlevi, Agung Nugroho, Amir Y.P., dan Gerry A.P.

Lokasi: Belakang gawang sebelah barat Lapangan Banteng (eks Lapangan BVC)/Abidin-Side.

Kontak: abidinside@yahoo.co.id dan twitter: @AbidinSide

Dicetak oleh Nilia Printing, Jl. Kemuning No. 50B, Pasar Kemuning, Meester Cornelis atawa Djatinegara, Djakarta Timoer. [Isi di luar tanggung jawab percetakan]

Baca juga:

Media Persib

Media Olahraga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: