4 Januari 2016: 23 Tahun Republika

Hari dan tanggal yang sama, tetapi tahun yang berbeda, koran Republika berulang tahun. Ya, sejak diterbitkan pada hari Senin, 4 Januari 1993, pada tahun 2016 ini, koran Republika sudah berumur 23 tahun.

Bagaimana sejarah koran Republika? Berikut ini merupakan tulisan dalam suplemen “Bermula dari Persekutuan Ganjil” yang dimuat koran Republika edisi 6 Januari 2003 ketika koran Republika memperingati hari ulang tahunnya yang ke-10.

“…Pak Yayan, begitu pria berperawakan gempal itu biasa dipanggil, duduk terpekur di sebuah gedung di Jln Warung Buncit. Dia, kala itu pertengahan 1992, merasa kesal dengan orang-orang Departemen Penerangan yang tak pernah henti memping-pongnya.

Saat itu Yayan memang sedang mengurus surat izin usaha penerbitan pers (SIUPP) untuk sebuah koran yang akan dimiliki Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Izin prinsip dari Presiden Soeharto setelah dirayu Menristek Habibie sudah keluar 9 Maret 1992, tapi entah kenapa izin itu tak mempan untuk menundukkan Harmoko, sang menteri penerangan.

Tapi akhirnya, setelah sruduk sana sruduk sini dan dibantu lobi sana-sini oleh para pengurus ICMI, SIUPP untuk koran dengan nama ‘REPUBLIKA’ keluar 19 Desember 1992. Saat itu menerbitkan koran tidak semudah sekarang yang tidak perlu surat apa pun, melainkan harus berhadapan dengan 32 item pengurusan SIUPP yang menjengkelkan.

Sebagai pemimpin umum dan pemimpin redaksi –yang merupakan hasil kompromi Habibie dan Harmoko—terpilih nama Parni Hadi, yang saat itu Direktur Produksi LKBN Antara. Siapa awak di bawahnya? Boleh dikata, nyaris semuanya alumni koran Berita Buana ‘manajemen baru’.

Berita Buana ‘manajemen baru’ yang berkantor di Jalan Warung Buncit sempat terbit satu tahun lebih. Tapi rupanya terlalu banyak tekanan eksternal, sehingga terpaksa pada 4 Januari 1992 tidak terbit lagi. Koran itu tetap terbit, tetapi dengan format lama. Dan para pengelola versi baru, memilih untuk tidak bergabung dengan pemilik lama.

Maka, terjadilah pertemuan dua kubu antara para cendekiawan muslim (ICMI) yang ingin menerbitkan koran dengan anak-anak muda Buncit yang profesional membikin koran. Pertemuan dua kubu tersebut, oleh Pak Tjip (Sotjipto Wirosardjono), pada ulang tahun pertama Republika dikatakan sebagai ‘persekutuan ganjil’.

Republika pun kemudian menyapa pembaca pada 4 Januari 1993…”.

Republika Edisi Perdana

Koran Harian Umum Republika terbit No. 01 Tahun I pada hari Senin, 4 Januari 1993. Saat itu, koran Republika yang memiliki ketebalan 12 halaman dijual dengan harga Rp 450,00. Nah, pada edisi Senin, 4 Januari 2016, inilah koran Republika menampilkan “halaman pertama”-nya dari edisi perdananya di halaman 1.

Meskipun tidak sempat membeli dan memiliki edisi perdana, saya masih ingat bahwa koran Republika menyajikan beritanya secara tuntas di satu halaman (baca: tidak bersambung). Kalau tidak lupa, saya kira, koran Media Indonesia yang diterbitkan pada awal 1990-an juga menerapkan gaya seperti itu. Tampilan di halaman pertama pun sungguh menarik.

Karenanya, tidak heran, kalau koran Republika meraih juara pertama dalam Lomba Perwajahan Media Cetak 1993 yang diadakan Serikat Grafika Press pada Agustus 1993 (dan saya mengingatnya).

Kelak, koran Republika menampilkan beberapa suplemen setiap harinya. Seingat saya, satu-satunya suplemen, yaitu suplemen “Tekad” diterbitkan menjadi tabloid Tekad yang dijual di pasaran. Karena tabloid Tekad sudah “memisahkan diri”, koran Republika pun menggantinya dengan suplemen “Bidik”.

Oh ya, apakah anda sudah membaca komentar saya tentang “Koran Republika Edisi Asap”? Saya menanggapinya secara kritik loh. Maksudnya, bisa jadi lain daripada yang lain. Ternyata, sebagaimana diulas dalam “Refleksi 23 Tahun Republika”, koran Republika edisi tersebut justru diganjar piala oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Aqua Award.

OK-lah kalau begitu. Selamat ulang tahun ke-23 koran Republika….

Hingga Akhir Tahun 2015, BOLA Sabtu Menerbitkan 8 Edisi

Setelah Harian BOLA menyatakan pamitan yang diakhiri edisi Sabtu-Minggu, 31 Oktober – 1 November 2015, BOLA pun menerbitkan BOLA Sabtu. Nah, sejak BOLA Sabtu edisi No. 001, Sabtu-Minggu, 7-8 November 2015, sudah berapa kali terbit sepanjang tahun 2015 ini?

Tentunya gampang dihitung. Hingga akhir tahun 2015 ini, BOLA Sabtu beredisi No. 008, Sabtu-Minggu, 26-27 Desember 2015.

Selain itu, tentu saja BOLA masih menerbitkan edisi “mingguan”-nya yaitu setiap hari Kamis. Selamat membaca….

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.